20121014

Iklan Minuman Indonesia Tidak Mendidik

Tidaklah salah kiranya dunia pertelevisian Indonesia mulai mengkhawatirkan para orang tua. disaat mereka memperkenalkan cara berkelakuan dan beretika baik baik dirumah maupun dilingkugan anak - anak kelak, pendidikan mereka itu dibabat oleh buruknya acara yang ditampilkan televisi. akan tetapi para orang tua bisa mengatasinya dengan memilihkan anak-anaknya acara televisi uyang patut ditonton atau tidak dengan mengawasi saat anak berada didepan televisi. rupanya cara tersebut tidak menjamin keprihatinan orang tua karena ditengah asyiknya kita menonton,Iklan yang berseliweran (sebagai pemasukan utama dari industri pertelevisian) akan selalu menghampiri tiap beberapa menit.

Masalahnya adalah, Iklan yang seharusnya merupakan ajang promosi sekiranya men"jaja"kan jualan itu dibuat semenarik, seatraktif dan seedukatif mungkin dengan tujuan agar menarik minat para penonton agar membeli dan memakai produk mereka, akan tetapi banyak iklan yang dibuat asal-asalan dan tidak mendidik terpampang di televisi dirumah kita. dalam hal ini saya menyorot iklan minuman, baik itu minuman suplemen, soft drink. dan apalah itu, saya kira sangat tidak mendidik.

dalam postingan saya sebelumnya, cara minum islami jelas - jelas etika minum itu duduk dengan beberapa alasan yang saya kemukakan, akan tetapi hanya satu dua iklan saja yang saya lihat meminumnya sambil duduk dan rata - rata model iklan minuman itu meneguknya dengan berdiri. aduh, dimana nilai edukatifnya? belum lagi ada 1 iklan minuman peredam panas dalam meminum minumannya dengan menggunakan tangan kiri, bahkan dengan bangganya model iklan itu memeperagakannya dengan tangan kanan masih memegang gorengan. pertanyaannya, cara minum seperti itukah yang patut kita ajarkan kepada anak-anak kita? saya mohon kepada teman-teman yang membaca postingan ini agar men'share'nya kepada yang lain, dengan harapan menjadi perhatian serius bagi pihak pengiklan maupun pihak berwenang.

semoga apa yang kita ajarkan dan sampaikan kepada anak-anak kita menjadi pegangan kelak bagi generasi mereka dimasa mereka kelak. Amin.

1 komentar:

jangan pergi sebelum meniggalkan komentar sopan dan bijak